ROKAN HULU | Jejakkatulistiwa.com-Upaya menghadapi penyakit tanaman dan mengoptimalkan sistem penyiraman modern terus dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Hal itu terlihat saat jajaran Polsek Kunto Darussalam melakukan pengecekan tanaman jagung pipil hibrida di Desa Pasir Luhur, Rabu (25/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Pasir Luhur, Bripka Ricardo Sibarani, bersama pengurus BUMDes Sri Rejeki dan perangkat desa setempat itu difokuskan pada pemantauan perkembangan tanaman, pembersihan gulma, pengukuran tinggi tanaman, serta identifikasi dini berbagai faktor yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberhasilan budidaya jagung sekaligus mengantisipasi ancaman wabah penyakit tanaman yang dapat menyebabkan penurunan hasil produksi dan menghambat program ketahanan pangan pemerintah.
Kapolsek Kunto Darussalam AKP Joko Frasanta menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional membutuhkan perhatian serius terhadap kesehatan tanaman dan sistem pengairan yang baik.
“Sebagai bagian dari komitmen Polri mendukung ketahanan pangan nasional, kami terus melakukan pengawasan, perawatan tanaman, pembersihan gulma, serta penerapan sistem penyiraman yang efektif guna mencegah penyakit tanaman dan menjaga produktivitas lahan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tegas Kapolsek.
Menurutnya, deteksi dini terhadap gejala penyakit tanaman menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Karena itu, pengecekan lapangan dilakukan secara berkala guna memastikan tanaman tumbuh sehat dan mampu menghasilkan panen yang optimal.
Selain pengendalian penyakit tanaman, aspek ketersediaan air juga menjadi perhatian utama. Sistem penyiraman yang baik dan modern dinilai mampu menjaga kelembapan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem atau musim kemarau berkepanjangan.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung pipil hibrida yang ditanam pada 11 Mei 2026 telah memasuki usia 45 hari dengan tinggi rata-rata antara 30 hingga 50 sentimeter. Secara umum pertumbuhan tanaman menunjukkan kondisi yang cukup baik dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai sekitar 80 persen.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Kunto Darussalam berharap program ketahanan pangan yang dijalankan masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kontribusi nyata daerah dalam mendukung target swasembada pangan nasional.
Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran Polri dalam mendukung program-program strategis pemerintah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
